SURABAYA — Lembaga Solusi Halal (LSH) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur resmi menggelar pengukuhan pengurus baru sekaligus Rapat Kerja (Raker) pada Minggu, 1 Februari 2026, di Surabaya Suites Hotel. Agenda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola kelembagaan serta mempertajam arah program kerja di periode kepengurusan yang baru.
Direktur LSH ISNU Jatim, Prof. Nurul Jadid, menegaskan bahwa kepengurusan kali ini menargetkan kinerja yang terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha.
“Raker ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penyatuan langkah. Kami berkomitmen memastikan layanan pendampingan halal semakin tertata, responsif, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM,” ujar Prof. Jadid di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Jadid menjelaskan bahwa strategi penguatan layanan akan ditopang oleh pembagian tugas internal yang solid. Fokus utamanya meliputi tiga bidang strategis: Pemasaran dan Media, Pemberdayaan Pendamping Proses Produk Halal (P3H), serta Pemberdayaan UMKM.
Wakil Direktur LSH ISNU Jatim, Nur Cholis, menambahkan bahwa ketiga bidang tersebut akan menjadi motor penggerak dalam membangun jejaring dan literasi halal yang lebih luas.
“Bidang marketing dan media akan memperkuat komunikasi publik dan edukasi masif. Pemberdayaan P3H kami dorong agar standardisasi layanan makin terjaga. Sementara itu, pemberdayaan UMKM kami fokuskan pada akselerasi, sehingga UMKM tidak hanya tersertifikasi, tetapi juga naik kelas secara tata kelola dan daya saing,” jelas Nur Cholis.
Selain merumuskan prioritas kerja, forum ini juga membahas strategi kolaborasi multipihak dan mekanisme evaluasi internal. Hal ini dinilai krusial agar sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem halal di Jawa Timur dapat berjalan efektif.
Kegiatan ditutup dengan penegasan komitmen seluruh pengurus untuk menjalankan program kerja secara profesional, akuntabel, dan berorientasi hasil, demi perluasan dampak pemberdayaan ekonomi umat.
